PKM Diversifikasi Produk Keripik Sebagai Strategi Kompetitif pada Usaha Keripik Skala Mikro Desa Lerep

Penulis

  • Sarbullah Sarbullah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang
  • Arini Novandalina Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Kata Kunci:

Diversifikasi, Produk, Pemasaran

Abstrak

Pengelolaan usaha keripik Podo Senang dan Berkah Mulia yang dikelola oleh Ibu Alfiyah dan Ibu Muawanah di dukuh Karangbolo desa Lerep kabupaten Semarang terus berbenah. Unsur pekerjaan yang selama ini belum mendapat perhatian berangsur mulai dikerjakan untuk menunjang terciptanya usaha yang terencana dan terarah. Selama pendampingan dalam program PKM yang dilakukan terdapat beberapa unsur yang selama ini kurang mendapat perhatian diantaranya adalah: 1) dalam pengelolaan keuangan tidak menyelenggarakan  pembukuan. 2) Tidak memiliki produk yang bernilai keunggulan bersaing. 3) Pemasaran yang dilakukan hanya bersifat menunggu pembeli, tidak ada kegiatan promosi untuk membuka pasar baru. Dari ketiga unsur tersebut telah dilakukan beberapa solusi perbaikan secra bertahap yaitu  1) Pengelolaan keuangan berupa penyusunan laporan keuangan. 2) Diversifikasi produk yaitu menciptakan varian produk baru yang diminati masyarakat yang belum banyak dipasaran. Khusus bidang pemasaran yang aplikatif belum dapat diterapkan pada pelaksanaan tahap 1 (satu) pada bulan April hingga Juli 2018 ini. Penerapan metode pemasaran yang berbasis internet marketing akan diterapkan pada program tahap 2 (dua) yaitu bulan Agustus hingga September 2018. Progres kemajuan pelaksanaan kegiatan dimulai bulan April dengan melakukan dua kegiatan perjalanan dan satu kegiatan pengadaan bahan habis pakai. Pada bulan Mei telah dilakukan satu kegiatan pengadaan bahan habis pakai serta lima kegiatan perjalanan dan kegiatan lain-lain. Bulan Juni menindak lanjuti kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya yaitu satu kegiatan pengadaan bahan habis pakai serta lima kegiatan perjalanan dan kegiatan lain-lain. Di bulan Juli dilakukan pengadaan barang berupa mesin Food Sealer dan melanjutkan kegiatan perjalanan dan satu kegiatan lain-lain bersifat lanjutan. Di bulan Juli dari empat kegiatan yang ada terdapat dua sub kegiatan yang tuntas (100%) dikerjakan yaitu pekerjaan bahan habis pakai dan peralatan yaitu pengadaan mesin Food Sealer serta pelatihan manajemen pemasaran dan akuntansi. Bekaitan dengan serapan dana 70% yang diperoleh tidak terdapat sisa dana. Semua dana yang diterima di tahap satu telah dibelanjakan seluruhnya untuk kebutuhan program kemitraan. Untuk menuntaskan program kemitraan 30 %, pembiayaan dilakukan dengan menerapkan metode re-imbust yaitu pembiayaan dilakukan dengan dana talangan berasal dari pelaksana. Untuk setiap pengeluaran pembiayaan harus didukung oleh bukti-bukti pengeluaran yang sah, bukti pengeluaran tersebut dikumpulkan selanjutnya dilaporkan kepada LLDIKTI bersamaan dengan laporan kemajuan 100 %.

Referensi

Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran, Edisi Ke-3, (Yogjakarta : ANDI, 1997), 250.

Basu Swastha, dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern, Edisi Ke-2, Cetakan Ke-5,(Yogjakarta : LIBERTY, 1997), 406.

Philip kotler, Marketing, Jilid 1, (Jakarta : ERLANGGA, 1994), 189. 13

Kotler Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi ke-3, Jilid 1, ( Jakarta : ERLANGGA, 1997), 270-272.

Hariadi, B., (2005), Strategi Manajemen, Bayumedia Publising, Malang

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-02-28

Cara Mengutip

Sarbullah, S., & Novandalina, A. (2022). PKM Diversifikasi Produk Keripik Sebagai Strategi Kompetitif pada Usaha Keripik Skala Mikro Desa Lerep. Journal of Social Work and Empowerment, 1(2), 1-8. Diambil dari https://ejournal.catuspata.com/index.php/joswae/article/view/133