Pengembangan Agroforestri Berbasis Lingkungan di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Rumbai Pekanbaru

Penulis

  • Anna Juliarti Fakultas Kehutanan, Universitas Lancang Kuning
  • Rina Novia Yanti Fakultas Kehutanan, Universitas Lancang Kuning
  • Azwin Azwin Fakultas Kehutanan, Universitas Lancang Kuning

Kata Kunci:

ponpes, tanaman buah, jambu citra, matoa, rambutan

Abstrak

Pondok Pesantren Darul Mukhlasin merupakan ponpes masa depan, karena memadukan pendidikan yang bermutu dan menghasilkan santri yang berakhlak. Beberapa bibit jenis tanaman buah telah ditanam, diantaranya jenis Jambu Citra, Matoa, Rambutan dan Cempedak. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa 25 bibit tanaman buah yang ditanam selama 2-4 minggu mempunyai prosentase hidup 100%, artinya bahwa penanaman yang dilaksanakan berhasil dan 100% hidup tanpa ada yang mati. Hasil perhitungan kuisioner menunjukkan bahwa sebelum dilakukan sosialisasi dan pelatihan cara menanam dan merawat bibit tanaman buah 87% para santri belum mengetahui cara yang baik dalam menanam dan merawat bibit tanaman buah dan 13% yang sudah tahu. Setelah dilakukan sosialisasi, pelatihan, dan praktek di lapangan, maka hasil penilaian kuisioner menunjukkan 98% sudah mengetahui cara menanam dan perawatan bibit tanaman buah dengan baik dan benar, dan hanya 2% yang belum tahu. Hal ini menujukkan bahwa para santri mengikuti kegiatan sosialisasi, pelatihan dan praktek cara perawatan bibit tanaman buah dengan baik. Harapannya ke depan adalah bibit tanaman buah yang ditanam akan subur dan menghasilkan panen buah yang melimpah. Selain dapat dikonsumsi sendiri (subsisten), hasil panen juga dapat dijual sehingga menambah penghasilan Ponpes Darul Mukhlasin.

Referensi

Ardini M, Marsela A, Mustika R, Subakti R, Khairani S, dan Suwardi AB. 2020. Potensi Pengembangan Agroforestri Berbasis Tumbuhan Lokal. Jurnal Ilmu Pertanian (17(1).

Arifin Z. 2013. Potensi Pengembangan dan Strategi Usaha Agribisnis Buah Durian di Desa Tebul Timur Kecamatan Pegantenan Kabupaten Pamengkasan. Jurnal Ilmu-ilmu Agribisnis.

Cardinael R, Chevallier T, Cambou A, Beral C, Barthes BG, Dupraz C, Durand C, Kouakoua E, Chenu C. 2017. Increased soil under agroforestry: A survey of six different sites in France. Agriculture Ecosystem Environment. 236:243-255.

Hadisuwito, Sukamto. 2012. Membuat Pupuk Organik Cair. Jakarta: Agromedia Pustaka:

Kaur R, Sharma M, Puri S. 2017. Impact of Tree Management on The Growth and Biomass Production Behavior of Zea mays Under an Agroforestry System in Solan District of Himachal Pradesh. Imperial Journal of Interdiciplin Restoration. 3(2):502-510.

Marsono, Sigit P. 2001. Pupuk Akar: Jenis dan Aplikasi. Jakarta: PT. Penebar Swadaya

Mujiyo dan Suryono. 2017. Pemanfaatan Kotoran Kambing pada Budidaya Tanaman Buah dalam Pot untuk Mendukung Perkembangan Pondok Pesantren. Journal of Community Empowering and Services.

Ruhimat IS. 2020. Analisis Pengambilan Keputusan Petani Dalam pemilihan Jenis Tanaman Bawah Pada Kebun Campuran. Jurnal Agroforestri Indonesia 3(2): 111-122.

Suryani E, Dariah A. 2012. Peningkatan Produksi Tanah Melalui Sistem Agroforestri. Jurnal Sumberdaya Lahan. 6(2):101-109.

Tarigan PL, Tohari, Suryanto P. 2019. Physiogical response from upland rice varieties to the firrow with organic matter on agroforestry systems with Cajuput (Melaleuca leucadendron L). Journal of Sustainable Agriculture. 34(2): 223-231.

Wibawa WD, Hardjimidjoyo, H, Irianto G, Pramudta B. 2010. Design Pengembangan Hortikultura Tahunan Berkelanjutan Di DAS Ciliwung Hulu. Jurnal Hortikultur 20(2): 138-147

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-05-14

Cara Mengutip

Juliarti, A., Yanti, R. N., & Azwin, A. (2022). Pengembangan Agroforestri Berbasis Lingkungan di Pondok Pesantren Darul Mukhlasin, Rumbai Pekanbaru. Journal of Social Work and Empowerment, 1(3), 23-30. Diambil dari https://ejournal.catuspata.com/index.php/joswae/article/view/146