Pendampingan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Pada Fase Preparedness

Penulis

  • Indri Wahyuningsih University of Muhammadiyah Malang
  • Vita Amilia Rifa’i Universitas Muhammadiyah Malang
  • Risa Herlianita Universitas Muhammadiyah Malang
  • Indah Dwi Pratiwi Universitas Muhammadiyah Malang

Kata Kunci:

Mahasiswa Relawan Siaga Bencana; Preparedness; Basic Life Support

Abstrak

Penyelenggaraan penanggulangan bencana bertujuan untuk menjamin terselenggaranya pelaksanaan penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terkoordinasi, dan menyeluruh dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman, risiko, dan dampak bencana. Salah satu pihak yang terlibat dalam kegiatan relawan bencana adalah mahasiswa. Mahasiswa relawan siaga bencana (Maharesigana) terbentuk sebagai wadah pembinaan dan pengembangan mahasiswa dalam pengurangan resiko bencana, pengabdian masyarakat dalam penangangan kesiapsiagaan bencana, serta melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana dengan berkoordinasi bersama lembaga/organisasi/komunitas. Dalam hal kegiatan kerelawanannya, maharesigana sering menjumpai kasus kedaruratan medis yang membutuhkan tindakan cepat meliputi tindakan pertolongan pertama (first aid) serta Basic Life Support (BLS).  Pada masa wabah pandemic Covid 19 ini, kasus henti jantung adalah salah satu kasus yang sering ditemui sehingga secara tidak langsung menuntut relawan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan BLS yang aman baik bagi penolong maupun korban. Namun, latar belakang disiplin keilmuwan non kesehatan terkadang menjadi hambatan dalam bertugas mengingat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki. Adapun luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan mahasiswa relawan siaga bencana dalam memberikan tindakan bantuan hidup dasar serta tersusunya modul dan panduan praktis dalam melakukan pertolongan bantuan hidup dasar bagi relawan. Hasil pengabdian dalam bentuk artikel ilmiah akan dipublikasikan pada jurnal nasional.

Referensi

Abdillah. (2019). Pengaruh Pemberian Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan pada Siswa SMKN 1 Geger Madiun. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

AHA. (2020). PEDOMAN CPR DAN ECC. Hospital management, 86(2).

Fatih, H. Al, & Rahmidar, L. (2019). Kepuasan dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Keperawatan Terhadap Penggunaan Low Fidelity Simulator Dalam Simulasi Bantuan Hidup Dasar. Jurnal Keperawatan BSI, 7(2), 153–160.

Imardiani, I., & Septiany, V. (2021). Pengaruh Kompresi Rjp Dengan Metronom Terhadap Kualitas Kompresi Rjp Yang Dilakukan Mahasiswa Perawat. Indonesian Journal for Health Sciences, 5(1), 56. https://doi.org/10.24269/ijhs.v5i1.3287

Kwiecie?-Jagu?, K., M?drzycka-D?browska, W., Galdikien?, N., Via Clavero, G., & Kope?, M. (2020). A cross-international study to evaluate knowledge and attitudes related to basic life support among undergraduate nursing students—a questionnaire study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(11), 1–11. https://doi.org/10.3390/ijerph17114116

Luh, N., Darma, I. G. P., Treesna, N., Puja, I. G. A., & Rismwawan, M. (2017). Penyuluhan dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar. Jurnal Paradharma, 1(2), 68–74.

Widyarani, L. (2018). Analisis Pengaruh Pelatihan Resusitasi Jantung Paru RJP Dewasa terhadap Retensi Pengetahuan dan Ketrampilan RJP pada Mahasiswa Keperawatan di Yogyakarta. Jurnal Keperawatan Soedirman, 12(3), 143. https://doi.org/10.2

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-02-28

Cara Mengutip

Wahyuningsih, I., Rifa’i, V. A., Herlianita, R., & Pratiwi, I. D. (2022). Pendampingan Mahasiswa Relawan Siaga Bencana Pada Fase Preparedness. Journal of Social Work and Empowerment, 1(2), 23-28. Diambil dari https://ejournal.catuspata.com/index.php/joswae/article/view/147