Pendampingan Pembenahan BUMDes di Desa Randusanga Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes

Penulis

  • Tabrani Tabrani Universitas Pancasakti Tegal
  • Fahmi Firmansyah Universitas Pancasakti Tegal

Kata Kunci:

BUMDes, Motor Penggerak Perekonomina Warga.

Abstrak

Permodalan Badan Usaha Milik Desa dapat berasal dari Pemerintah Desa, tabungan masyarakat, bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain atau kerja sama bagi hasil atas dasar saling menguntungkan. Badan Usaha Milik Desa dapat melakukan pinjaman, yang dapat dilakukan setelah mendapat persetujuan BPD. Alokasi Dana Desa adalah dana yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota untuk desa, yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh Kabupaten/Kota. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa selanjutnya disingkat APB Desa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemerintah Desa dan BPD, yang ditetapkan dengan Peraturan Desa. Metode yang digunakan untuk pelatihan adalah Metode Pelatihan Klasikal dan Metode Pendampingan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka untuk bisa memetakan antara usaha masayarakat dan usaha BUMDes juga dalam pembenahan, melalui penyuluhan dan pendampingan sampai pada akhirnya BUMDes bisa menjadi motor penggerak roda perekonomian masyarakat Randusanga Kabupaten Brebes.

Referensi

Ansari, B., et al. (2013). Sustainable Entrepreneurship in Rural Areas. Research Journal of Environmental and Earth Science Vol. 5 No. 1: 26-31.

Arfianto, A.E.W. & Balahmar, A.R.U. (2019). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pembangunan Ekonomi Desa. Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik Vol. 2 No. 1: 47-56.

Bachrein, S. (2010). Pendekatan Desa Membangun di Jawa Barat: Strategi Pembangunan dan Kebijakan Pembangunan Perdesaan. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian Vol. 8 No. 2, Juni2010: 133-149.

Barney, J. (2007). Firm Resources and Sustained Competitive Advantage. Journal of Management Vol. 17 No. 1: 99-120.

BPS DIY. (2013). Daerah Istimewa Yogyakarta dalam Angka 2013.

Creswell, Jj.W. (2010). Qualitative Inquiry and Research Design: Chosing Among Five Approach. University of Nebraska, Lincoln: SAGE Publication Ltd.

De Massis, A., et al. (2015). Product Innovation in Family versus Nonfamily Firms: an Exploratory Analysis. Journal of Small Bussiness Management Vol. 53 No. 1: 1-36.

Eko, S., et al. (2014). Desa Membangun Indonesia. Yogyakarta: Forum Pengembangan Pembaharuan Desa (FPPD).

Kusuma, G.H. (2020). Metode Transfer Pengetahuan pada Perusahaan Keluarga di Indonesia, Modus, Vol. 27, No.2, pp. 125-139

Langley, A. (1999). Strategies For Theorizing From Process Data. Academy of Management Review Vol. 24 No.4 : 691 – 710.

Miles, M.B. & Huberman, A.M. (1992). Analisis Data Kualitatif, Jakarta: UI Press.

Mitchell, R.K., et al. (1997). Toward a Theory of Stakeholder Identification and Salience:Defining the Principle of Who and What Really Counts. The Academy of Management Review, Vol. 22, No. 4 (Oct., 1997): 853-886.

Prabowo, T.H.E. (2014). Developing BUMDes (Village-owned Enterprise) for SustainablePoverty Alleviation Model Village Community Study in Bleberan-Gunung KidulIndonesia.

World Applied Sciences Journal 30 (Innovation Challenges in Multidiciplinary Research & Practice): 19-26.

Wahyuni, S. (2012). Qualitative Research Method: Theory and Practice (Vol. 1). Jakarta: PenerbitSalemba Empat.

Yin, R. K. (2009). Case Study Research. Thousand

##submission.downloads##

Diterbitkan

2022-02-28

Cara Mengutip

Tabrani, T., & Firmansyah, F. (2022). Pendampingan Pembenahan BUMDes di Desa Randusanga Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Journal of Social Work and Empowerment, 1(2), 29-34. Diambil dari https://ejournal.catuspata.com/index.php/joswae/article/view/151