Proses Peer Review

Artikel yang telah dikirim ke Journal of Social work and Empowerment (JSWE) akan melalui dua proses review yaitu pre-review dan review. Proses pra-review artikel dilakukan oleh direktur utama yang meliputi:Focus and Scope: The article being sent should in accordance with the scope of Journal of Digital Law and Policy. If the article is out of the scope, the article will be rejected.

  1. Plagiarisme: Pemeriksaan plagiarisme dan kesamaan artikel dilakukan dengan menggunakan google Scholar dan Plagiarism Checker X dengan skor maksimal 25%. Artikel dengan kemiripan 25% atau lebih akan dikembalikan kepada penulis untuk direvisi.
  2. Referensi: referensi yang digunakan dalam artikel minimal 15 referensi yang terdiri dari 80% sumber primer dan 20% sumber sekunder. Referensi harus dalam dekade terakhir, menggunakan Chicago Manual of Style edisi 17 (catatan lengkap, dengan Ibid.), dan penulisan referensi menggunakan perangkat lunak manajer referensi MENDELEY.
  3. Template: artikel yang dikirimkan harus sesuai dengan template di Jurnal Hukum dan Kebijakan Digital. Artikel akan dikembalikan kepada penulis jika komponen penulisan di atas belum disesuaikan. Waktu untuk merevisi artikel adalah 7 hari, dan penulis dapat mengirimkannya kembali.

Apabila ketiga komponen dalam proses review terpenuhi, maka artikel akan dilanjutkan review oleh reviewer melalui editor. Proses review substansi dilakukan oleh tiga reviewer di Double-Blind Peer Review. Reviewer dapat memberikan rekomendasi seperti::

  1. Accept Submission: artikel diterima untuk diterbitkan tanpa mengalami revisi substansi.
  2. Revision Required: artikel dengan sedikit revisi, artikel dikirim ke penulis untuk direvisi (bila penulis telah mengirimkan revisi, artikel dapat diterima untuk diterbitkan)
  3. Resubmit for Review: Kirim Ulang untuk Ditinjau: artikel dengan revisi besar. Setelah dilakukan revisi oleh penulis, artikel dikirimkan kembali kepada reviewer untuk direview kembali (maksimal tiga kali resubmit), Jika artikel kurang tepat substansinya setelah review keempat, reviewer diperbolehkan memberikan rekomendasi sebagaiDecline Submission.
  4. Resubmit Elsewhere: secara substansi artikel dianggap kurang sesuai dan disarankan untuk diajukan ke jurnal lain.
  5. Decline Submission: artikel ditolak oleh resensi untuk ditinjau karena dua alasan, (1) resensi menolak karena suatu alasan (tidak terkait dengan substansi artikel), kemudian artikel dikirim ke resensi lain. (2) Artikel yang ditolak secara substansi dianggap kurang layak untuk diterbitkan dalam jurnal.

Waktu Proses Artikel dalam JSWE

Proses pra-review memakan waktu sekitar 3-7 hari

Penulis memiliki waktu 1 minggu untuk merevisi artikel dalam tahap pra-review. Penulis belum merevisi artikel pada saat itu dan tanpa memberikan pernyataan apapun, maka direktur utama telah melakukan pekerjaan yang sia-sia, maka artikel tersebut akan ditolak.

Proses review oleh reviewer dilakukan sekitar 2 minggu setiap putaran. Jumlah putaran dalam proses review tergantung pada rekomendasi reviewer.

Penulis diberi waktu satu minggu untuk merevisi artikel dari reviewer, dan jika penulis tidak mengirimkan revisi pada waktu yang ditentukan tanpa pernyataan apapun, maka editor dan reviewer telah melakukan pekerjaan yang sia-sia, maka artikel tersebut ditolak.

Durasi artikel mulai dari submit hingga tahap produksi secara detail dapat dilihat pada gambar berikut.

LOA (Letter of Acceptance)

Terdapat 2 Jenis LOA JSWE, yaitu LOA yang akan dikirimkan melalui email penulis secara otomatis oleh OJS pada saat artikel telah diterima untuk diterbitkan.

LOA kedua adalah LOA manual yang akan dilampirkan pada bagian pembahasan OJS pada saat artikel telah diterima untuk diterbitkan.

LOA hanya akan diberikan kepada penulis ketika artikel telah memasuki tahap produksi.

Article Rejection

Penolakan atau pembatalan naskah pada JSWE terdiri dari dua jenis, yaitu penolakan atau penarikan tanpa denda, dan penolakan atau penarikan dengan denda. Penarikan tanpa denda terjadi karena tiga hal, yaitu::

  1. Tidak sesuai dengan fokus dan ruang lingkup.
  2. Penulis tidak merevisi artikel baik dalam tahap pra-review dan review sepanjang waktu yang ditentukan tanpa alasan apapun.
  3. Penolakan artikel atas rekomendasi reviewer terkait substansi/isi artikel

Penolakan atau penarikan dengan denda terjadi karena dua hal, yaitu:

  1. Penulis yang mengambil tulisannya dengan alasan apapun pada saat artikel telah diproses (memasuki tahap pra-review oleh pemimpin redaksi).
  2. Terjadi duplikasi dalam publikasi, dimana penulis melakukan submit artikel di beberapa jurnal dan salah satunya adalah Jurnal Hukum dan Kebijakan Digital, atau artikel tersebut telah dipublikasikan di jurnal lain dan disubmit kembali pada Jurnal Hukum dan Kebijakan Digital. Aturan.

Penarikan artikel setelah dilanjutkan atau digandakan dalam publikasi adalah pemborosan waktu dimana pemimpin redaksi, editor, dan reviewer telah melakukan kegiatan yang tidak berarti sehingga dalam hal ini penulis didenda sekitar Rp. 1.000.000,- atau US$ 100,00. Pembatalan akan dilakukan ketika penulis telah melakukan pembayaran dan mengirimkan kwitansi pembayaran kepada redaksi Jurnal Hukum dan Kebijakan Digital. Jika penulis tidak setuju untuk membayar denda, maka penulis akan dimasukkan dalam daftar hitam dengan konsekuensinya; penulis akan diblacklist dari Jurnal Hukum dan Kebijakan Digital, sehingga penulis tidak dapat mengirimkan artikelnya.